Tuntut Ganti Rugi Dampak Proyek PLTA, Ratusan Warga Gelar Aksi Damai di Pintu PLTA Danau Kerinci
Jambi

Tuntut Ganti Rugi Dampak Proyek PLTA, Ratusan Warga Gelar Aksi Damai di Pintu PLTA Danau Kerinci

  18 Jul 2026 |   35 |   Hanil


​KERINCI – Ratusan warga yang tergabung dalam masyarakat Desa Pulau Pandan dan Karang Pandan menggelar aksi damai di depan pintu gerbang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Danau Kerinci, Sabtu (18/7/2026) pagi.Aksi ini dilakukan guna menyampaikan aspirasi dan tuntutan ganti rugi terkait aktivitas proyek PLTA di sekitar bantaran sungai kedua desa tersebut.

​Massa aksi dilaporkan sudah mulai berkumpul dan memadati kawasan pintu masuk PLTA sejak pukul 07.00 WIB. Dengan membawa sejumlah atribut, warga berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif selama menyuarakan hak-hak mereka.

​Desak Perusahaan Bukka Tunaikan Kewajiban
​Dalam orasinya, Apriadi, salah satu tokoh masyarakat setempat yang bertindak sebagai orator, menegaskan bahwa kehadiran ratusan warga hari ini murni merupakan aksi damai untuk mengetuk pintu hati manajemen perusahaan. Proyek pembangunan infrastruktur energi tersebut diketahui dikerjakan oleh PT Bukaka, perusahaan yang dipimpin oleh mantan Wakil Presiden Republik Indonesia dua periode, Jusuf Kalla.

​"Kehadiran masyarakat hari ini adalah aksi damai. Kami datang untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada pihak perusahaan yang dipimpin oleh Jusuf Kalla). Kami meminta kejelasan dan tanggung jawab atas dampak proyek di bantaran sungai desa kami," ujar Apriadi dalam orolasinya di hadapan massa.

​Warga menilai aktivitas proyek di sekitar bantaran sungai Desa Pulau Pandan dan Karang Pandan telah memberikan dampak langsung bagi lingkungan dan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, mereka mendesak pihak PT Bukaka segera membayarkan ganti rugi yang berkeadilan.

​Situasi Terpantau Kondusif, hngga berita ini diturunkan, ratusan warga masih bertahan di lokasi dengan tertib sembari menunggu perwakilan dari pihak manajemen PLTA Danau Kerinci maupun PT Bukaka untuk menemui massa dan melakukan mediasi.
​Aparat keamanan setempat juga terlihat berjaga-jaga di sekitar lokasi untuk memastikan penyampaian aspirasi ini berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas operasional vital di kawasan tersebut.(hn)
Bagikan:

Komentar

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini.

Tulis Komentar