Ketua Kloter 22 Dampingi Lansia Dengan Kursi Roda Tuntaskan Umrah Wajib Tengah Malam
Jambi

Ketua Kloter 22 Dampingi Lansia Dengan Kursi Roda Tuntaskan Umrah Wajib Tengah Malam

  19 May 2026 |   146 |   Hanil

Makkah- Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan umrah wajib jemaah lanjut usia Kloter 22 Embarkasi Batam (BTH-22), Minggu dini hari waktu Arab Saudi. Demi menjaga kesehatan para jemaah lansia dari cuaca panas ekstrem di Kota Makkah, Ketua Kloter 22, Hamdi, memilih mendampingi langsung pelaksanaan ibadah pada pukul 00.00 WAS.

Langkah tersebut diambil karena suhu udara siang hari di Makkah mencapai 46 derajat Celsius dan dinilai berisiko bagi kondisi kesehatan jemaah lanjut usia. Sebanyak 21 jemaah lansia melaksanakan rangkaian umrah wajib menggunakan kursi roda dengan pendampingan penuh dari petugas kloter.

Prosesi thawaf dan sa’i berlangsung tertib, aman, serta penuh kekhidmatan di Masjidil Haram. Dengan dorongan kursi roda dan pengawalan petugas, para jemaah tetap tampak bersemangat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah Kloter 22 telah berhasil menyelesaikan umrah wajib. Khusus jemaah lansia, pelaksanaan dilakukan tengah malam untuk menghindari suhu panas siang hari yang mencapai 46 derajat Celsius dan sangat berisiko bagi kesehatan mereka,” ujar Hamdi.

Ia menjelaskan, pelaksanaan ibadah pada malam hari menjadi strategi terbaik agar jemaah lansia dapat beribadah dengan lebih nyaman, aman, dan tidak mengalami kelelahan akibat cuaca ekstrem di Tanah Suci.

Beberapa jemaah bahkan tampak terharu setelah berhasil menuntaskan umrah wajib. Momen tersebut menjadi pengalaman spiritual yang mendalam, terutama bagi mereka yang harus menunggu waktu paling aman untuk melaksanakan ibadah.

Hamdi juga mengapresiasi kerja sama seluruh petugas kloter, ketua rombongan, ketua regu, serta para pendamping yang terus memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah, khususnya kelompok prioritas seperti lansia dan disabilitas.

Kloter 22 BTH sendiri terdiri dari 443 jemaah asal Kabupaten Kerinci, Kota Jambi, dan Kabupaten Tebo. Sejak tiba di Tanah Suci, petugas kloter terus melakukan berbagai langkah antisipatif menghadapi cuaca panas ekstrem, mulai dari pengaturan jadwal ibadah, edukasi kesehatan, hingga pendampingan intensif bagi jemaah berisiko tinggi.

Hamdi turut memohon doa dari keluarga dan masyarakat Indonesia agar seluruh jemaah Kloter 22 senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

“Mohon doa dari keluarga dan masyarakat Indonesia agar seluruh jemaah Kloter 22 diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” tutupnya.(Hn)

Bagikan:

Komentar

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini.

Tulis Komentar